Beranda Daerah KH Ahmad Rapei Tutup Usia 72 Tahun, Masyarakat Jayamulya Kenang Jasa dan...

KH Ahmad Rapei Tutup Usia 72 Tahun, Masyarakat Jayamulya Kenang Jasa dan Pengabdiannya

19
0
KH Ahmad Rapei Tutup Usia 72 Tahun, Masyarakat Jayamulya Kenang Jasa dan Pengabdiannya
KH Ahmad Rapei Tutup Usia 72 Tahun, Masyarakat Jayamulya Kenang Jasa dan Pengabdiannya

BEKASI — Suasana duka menyelimuti Desa Jayamulya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, setelah KH Ahmad Rapei, guru dan tokoh agama yang dikenal masyarakat, meninggal dunia pada Selasa, 22 September 2026, dalam usia 72 tahun.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum, Kades Asep Gunawan bersama jajaran Pemdes Jayamulya, BPD, MUI, NU, serta sejumlah tokoh dan elemen masyarakat turut hadir dan berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada KH Ahmad Rapei.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang selama hidupnya dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan agama dan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Jayamulya.

Dikenal sebagai Guru dan Tokoh Pendidikan Islam

KH Ahmad Rapei merupakan sosok yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan keagamaan. Almarhum juga dikenal sebagai murid langsung Mama Makmun Nawawi dari Cibogo, Cibarusah, seorang ulama yang dikenal luas dalam sejarah pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Di Desa Jayamulya, kiprah KH Ahmad Rapei turut dikaitkan dengan perkembangan pendidikan Islam, termasuk sebagai salah satu pelopor Madrasah Ibtidaiyah (MI) di desa tersebut.

Ilmu, nasihat, dan pengabdian yang diberikan selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kenangan masyarakat yang pernah berinteraksi langsung dengan beliau.

Penghormatan dari Berbagai Unsur Masyarakat

Kehadiran Kepala Desa Jayamulya Asep Gunawan, Pemdes, BPD, MUI, NU, tokoh masyarakat, serta warga menunjukkan besarnya rasa kehilangan atas berpulangnya salah satu guru dan tokoh agama di lingkungan masyarakat.

Bagi keluarga dan masyarakat yang mengenal beliau, jasa seorang guru tidak berhenti ketika dirinya berpulang. Ilmu yang pernah disampaikan dan kebaikan yang ditanamkan di tengah masyarakat diharapkan terus menjadi amal jariyah.

Kepergian KH Ahmad Rapei menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang kembali pentingnya menjaga tradisi pendidikan, keagamaan, dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini beliau jalani.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan KH Ahmad Rapei, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Aamiin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini